![]() |
| Safari Gerakan Gemar Membaca Aula Pendopo Kabupaten Brebes |
Brebes – Minat baca masyarakat di indonesia masih sangat memprihatinkan, berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 Negara soal minat membaca.
Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Untuk itulah Pemerintah Republik Indonesia melalui Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, dan seluruh Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten se Indonesia, melakukan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2017.
Kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca mengusung tema, Implementasi Revolusi Mental Melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat digelar diaula pendopo Kabupaten Brebes, Jum’at (5/5).
Dalam Sambutannya Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muh. Syarif Bando MM, mengatakan, Kegiatan ini tidak lain adalah untuk menanamkan rasa cinta ke perpustakaan dan budaya membaca.
” Kita harus tahu, bahwa perjuangan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah belanda, para tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta dan banyak tokoh yang lain mereka tidak segan mengumpulkan senjata, harta tetapi justru mereka masuk ke dalam dunia ide dengan membaca dan dengan pengetahuan itulah mereka mampu mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini,” katanya.
Masih menurut Syarif, Perpustakaan intinya adalah bagaimana membaca dengan baik, bagaimana bisa memahami apa yang kita baca, bagaimana kita bisa mengimplementasikan apa yang kita baca dan bagaimana kita bisa bangkit setara dengan bangsa-bangsa yang lain.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI Drs. Abdulah Fikri Faqih, MM, mengatakan, dengan gemar membaca buku, maka akan terbuka wawasan kita karena buku merupakan jendela dunia.
“ Biasanya, orang yang tidak banyak baca, dekat dengan kebodohan, dan kebodohan dekat sekali dengan kemiskinan”. katanya.
Fikri juga menambahkan, dengan membaca diharapkan bisa menaikkan IPM kita, karena salah satu indikatornya adalah Pendidikan, dimana kasus buta aksara kita juga masih banyak.
” Selain itu, dengan membaca buku tentu kita bisa tahu sumbernya, sedangkan bila kita membaca hanya lewat media sosial atau melalui mesin pencarian di internet tentunya sangat berbeda. Apalagi media sosial kita sekarang ini lebih banyak menyajikan informasi yang hoax, yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa kita,” tambahnya.
Salah satu peserta Ahmad Fatoni dari SMA 1 Bulakamba, mengatakan kepada narasumber, bahwa sangat susah untuk membudayakan membaca pada anak didik kita.
” Perpustakaan di sekolah kami, boleh dibilang sudah sangat lengkap, namun hanya sedikit anak saja yang datang ke perpustakaan. Oleh karena itu kalo boleh saya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, untuk menggugah minat baca para anak – anak kita bagaimana bila setiap HUT Kabupaten Brebes diadakan pemilihan Ratu dan Raja Buku Kabupaten Brebes dan Duta Buku untuk Kabupaten Brebes,” Tandasnya. (AA)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar